Burung Merak
Merak adalah tiga spesies burung dalam genus Pavo dan Afropavo dari familia ayam hutan, Phasianidae. Burung jantannya memiliki bulu ekor yang indah yang dapat dikembangkan untuk menarik perhatian merak betina. Di Indonesia, habitat burung merak hanya ada di Ujung Kulon (Jawa Barat) dan di Baluran (Jawa Timur). Dua tempat itu letaknya persis di Ujung Pulau Jawa. Ketiga spesies tersebut adalah Merak India atau Merak Biru (Pavo cristatus), Merak Hijau (Pavo muticus), dan Merak Kongo atau Merak Hitam (Afropavo congensis).
Pavo Cristatus adalah bahasa ilmiah dari Merak biru atau Merak India. Merak ini adalah salah satu burung dari tiga spesies burung merak. Merak Biru mempunyai bulu berwarna biru gelap yang mengkilap. Burung jantan dewasa berukuran sangat besar, panjangnya mencapai 230 cm, dengan penutup ekor yang sangat panjang berwarna hijau metalik. Di atas kepalanya terdapat jambul tegak biru membentuk kipas. Sedangkan Burung betina, berukuran lebih kecil dari burung jantan. Bulu Burung Betina berwarna coklat kehijauan dengan garis-garis hitam tanpa dihiasi bulu penutup ekor dan tidak mengkilap. Populasi Merak Biru tersebar di hutan terbuka dengan padang rumput di India, Pakistan Sri Lanka, Nepal, dan Bhutan.
Merak Hijau atau Pavo Muticus juga termasuk salah satu burung dari tiga spesies merak. Seperti burung-burung lainnya yang ditemukan di suku Phasanidae atau biasa disebut Unggas, Merak Hijau mempunyai bulu yang indah. Bulu-bulunya berwarna hijau keemasan. Merak Jantan dewasa memiliki ekor yang sangat besar, panjangnya dapat mencapai hingga 300 cm, dengan penutup ekor yang sangat panjang. Di atas kepalanya juga terdapat jambul tegak. Sedangkan Burung betina, badannya berukuran lebih kecil, serta bulu-bulunya yang kurang mengkilap. Bulunya berwarna hijau keabu-abuan tanpa dihiasi bulu penutup ekor. Populasi merak hijau tersebar di hutan terbuka dengan padang rumput di Republik Rakyat Tiongkok, Indocina, dan Indonesia di bagian pulau Jawa. Sebelumnya merak hijau juga ditemukan di India, Bangladesh, dan Malaysia yang sekarang telah punah. Walaupun berukuran sangat besar, merak hijau adalah burung yang pandai terbang.
Terakhir ada Merak Kongo, Merak Hitam atau dalam ilmiah disebut dengan Afropavo Congensis adalah salah satu jenis burung dari tiga spesies merak. Afropavo Congensis merupakan satu-satunya spesies burung di marga Afropavo dan merak yang terdapat di Afrika. Penampilannya menyerupai burung merak Pavo dari Asia yang masih muda. Burung jantan dewasa berukuran besar, dengan panjang mencapai 70 cm, dan memiliki bulu berwarna biru gelap dihiasi warna hijau dan ungu mengkilap. Kulit lehernya berwarna merah dan di atas kepalanya terdapat jambul tegak berwarna putih. Sedangkan Burung betina berwarna coklat, dengan bulu-bulu sayap dan di belakang tubuhnya berwarna hijau mengkilap serta jambul berwarna coklat di kepalanya. Populasi merak Kongo hanya ditemukan di hutan dataran rendah di negara Afrika. Burung Merak Kongo memakan beberapa jenis aneka biji-bijian, pucuk rumput dan dedaunan, aneka serangga, serta berbagai jenis hewan kecil lainnya.
Burung merak merupakan salah satu burung di dunia yang memiliki bulu-bulu cantik. Siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona, Siapa Sangka kalau Burung Merak juga memiliki manfaat bagi makhluk hidup lainnya. Burung Merak berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem karena perannya sebagai pemakan serangga sehingga serangga di ekosistem pun berkurang, bulu merak jantan pun dapat digunakan sebagai bahan seni. Bahkan, daging dan telur Burung Merak pun dipercaya dapat menyembuhkan berbagai masalah kesehatan terutama di sekitar perut.
Neila Artha F
X MIPA 1
Komentar
Posting Komentar